cash forecasting bagi pemerintah

Cash,not profit, is king!! Kita sering mendengar aksioma lama tersebut. Sebuah aksioma yang menyatakan bahwa kas adalah segalanya. Dalam suatu entitas ekonomi, kas memegang peranan yang sangat penting. Dalam aksioma tersebut, kas merupakan hal yang penting, karena dengan pengelolaan kas yang baik, maka suatu entitas ekonomi akan mampu bertahan hidup. Sebuah perusahaan swasta dengan profit sangat tinggi, namun sangat kacau dalam pengelolaan kas akan mengalami kehancuran, likuiditas dan solvabilitasnya akan terancam. Kas merupakan suatu akun yang sangat rentan dengan penyelewengan, jika pengendalian dan pengelolaannya tidak baik, kemungkinan terjadi penyelewengan sangat besar. Pengelolaan yang kurang baik akan menyebabkan banyak jumlah kas yang menganggur, yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Jika pengelolaan kas kurang baik, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam bidang keuangan, likuiditas dan solvabilitasnya akan terganggu. Jumlah yang harus dikeluarkan untuk membayar pinjaman, membayar gaji pegawai dan membayar berbagai macam tagihan perusahaan tidak pasti jadwalnya, datang layaknya air bah, akan menyulitkan perusahaan.

Dalam entitas publik yang tidak mengutamakan keuntungan tapi mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, kas merupakan suatu hal yang sangat penting. Entitas publik diharapkan dapat memiliki kas dalam jumlah yang cukup, tersedia untuk berbagai kebutuhan entitas publik tersebut. Pengelolaan kas dalam entitas publik diharapkan dapat menjamin ketersediaan kas, mampu memenuhi kebutuhan dana, menjaga likuiditas keuangan publik, bahkan untuk melakukan investasi secara baik. Tanpa likuiditas yang baik,maka kondisi keuangan entitas publik tersebut akan terancam kondisinya, bahkan akan terancam bangkrut.

Dalam buku Managing Public Expenditure, Richard Allen mengatakan bahwa “Cash management has the following purposes: controlling spending in the aggregate, implementing the budget efficiently, minimising the cost of government borrowing, and maximising the opportunity cost of resources. Control of cash is a key element in macroeconomic and budget management. However, for budget management purposes, it must be complemented by an adequate system for managing commitments, and it is not a substitute for sound budget preparation.”

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa tujuan pengelolaan kas adalah untuk mengendalikan pengeluaran secara agregat; mengimplementasikan anggaran yang efisien; meminimalisasi biaya pinjaman pemerintah; dan memaksimalkan biaya kesempatan dari sumber daya. Kita juga dapat menggarisbawahi pernyataan bahwa pengendalian kas merupakan elemen kunci makroekonomi dan manajemen anggaran.

Untuk dapat mengendalikan atau mengelola kas secara baik, sebuah entitas ekonomi harus dapat membuat sebuah perencanaan kas ( cash forecasting ) yang baik dan tepat. Perencanaan tersebut meliputi penjadwalan kapan pendapatan akan diterima dan kapan pembayaran akan jatuh tempo. Dengan membuat perencanaan kas yang baik, diharapkan manajemen kas juga akan menjadi lebih baik.

“A principal objective of treasury management cash forecasting is to optimize the source and the uses of a helathcare organization funds by minimizing bank balances and borrowings. Additional objective are to develop financial strategis and to prevent illiquidity, insolvency and embarashment.” ( Sagner, James S, 1995)

Cash flow forecasting is is important for local government on two rows: (1) to ensure proper liquidity levels are available to meet liabilities (2) to maximize dollar available for investment. (Erik W Bush, 2005)

Dari dua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari cash forecasting adalah untuk menjamin likuiditas entitas pemerintah, memaksimalkan dana untuk investasi dan mengurangi kemungkinan insolvensi dan ilikuid.

Menurut William A Gallant ( 2003 ), dalam membuat suatu cash forecasting, sebuah entitas harus memperhatikan dua hal penting yaitu bagaimana cash forecasting tersebut digunakan dan periode waktu penggunaan cash forecasting tersebut.

Erik W Bush, 2005, memberikan beberapa petunjuk untuk dapat membuat sebuah cash forecasting yang baik. Beberapa pedoman yang ia berikan antara lain:

1. cash forecasting harus dilakukan di seluruh bagian organisasi;

2. dalam memprioritaskan pengeluaran yang terjadi, harus berdasarkan tujuan organisasi;

3. perencanaan harus dilakukan secara tepat waktu, sesuai kebutuhan organisasi;

4. gunakan data historis baik dari penerimaan maupun pengeluaran organisasi, untuk mengetahui siklus aktivitas organisasi;

5. perencaaan penerimaan harus meliputi investasi jangka panjang dan jangka pendek;

6. perencanaan pengeluaran harus meliputi kemungkinan kewajiban perusahaan sehubungan dengan peraturan perundangan yang ada

James S Sagner, menyatakan bahwa dalam membuat suatu cash forecasting, sebuah entitas harus membuat suatu daftar penerimaan dan pengeluaran secara periodik untuk sejumlah periode waktu tertentu.

Michael A Gallanis ( 2003 ) menyatkan bahwa terdapat tiga buah pendekatan untuk melakukan cash forecasting yaitu:

1. Receipt and Disbursement Approach

Dengan menggunakan pendekatan ini dalam cash forecasting, maka entitas harus membuat sebuah daftar penerimaan dan pengeluaran yang terjadi dalam suatu entitas selama jangka waktu tertentu. Berdasarkan data tersebut, entitas akan membuat suatu prediksi penerimaan dan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

2. Statistical Approach

Dengan metode statistik dalam melakukan cash forecasting, beberapa metode dapat digunakan. Entitas dapat menggunakan time series method, moving average method, atau regression method. Metode tersebut dapat digunakan secara sendiri-sendiri ataupun digunakan secara bersamaan, sesuai dengan keperluan perusahaan.

3. Balance Sheet Approach

Konsep dasar dalam Neraca bahwa Harta = Utang + Modal. Untuk memperoleh suatu cash forecasting yang baik, sebuah entitas harus mempunyai data neraca dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan data yang ada dalam neraca tersebut, maka entitas dapat membuat sebuah Neraca prediksi di masa yang akan datang.

Gallanis juga menyatakan bahwa seberapa baik cash forecasting yang ada dalam sebuah entitas, sangat tergantung pada ketersediaan data di masa lalu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat cash forecasting. Jika data yang diperlukan sebagai dasar dalam membuat cash forecasting baik, lengkap dan akurat, maka cash forecasting yang dibuat juga akan lebih baik. Mengenai metode mana yang terbaik, Gallanis menyatakan bahwa semua itu tergantung dari entitas tersebut. Penerapannya sesuai kebutuhan dalam entitas tersebut. Karena tidaka ada metode yang superior, yang terbaik diantara semua. Setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat diambil sebuah wacana bahwa cash forecasting merupakan bagian yang penting dalam manajemen / pengelolaan kas. Prediksi tersebut didasarkan pada sebuah data yang tepat dari entitas itu sendiri. Data yang digunakan sebagai dasar membuat cash forecasting merupakan data dari entitas itu sendiri dengan periode waktu tertentu.

Dengan adanya cash forecasting yang baik, maka manajemen kas diharapkan juga semakin baik. Cash Forecasting merupakan sebuah prediksi atas penerimaan kas dan pengeluaran kas yang akan terjadi di masa depan dalam sebuah entitas. Prediksi tersebut dilakukan dengan berbagai metode sesuai dengan kebutuhan entitas. Prediksi atas penerimaan kas dan pengeluaran kas dibuat secara timeliness, berdasarkan kebutuhan perusahaan. Apakah dibuat harian, mingguan, bulanan, triwulanan atau tahunan, semua itu tergantung dari kebutuhan perusahaan / entitas. Cash Forecasting dibuat agar kas yang dibutuhkan untuk pengeluaran entitas dapat tercukupi, menjamin likuiditas dan solvabilitas dan kemungkinan dimanfaatkannya kas untuk nvestasi.

2 Responses to “cash forecasting bagi pemerintah”

  1. Ethica Wijayanti Says:

    Mas, kalau tidak keberatan boleh gak saya minta bahan-bahan post ini?
    saya kebetulan sedang membuat skripsi tentang Treasury Single Account.
    kalo ada bahan softcopy-nya boleh minta tolong di-email ke saya, thanks a lot.
    or kalo buku, title n tahun terbitnya apa, plus cari di mana?
    makasiy y.

  2. M Nashiruddin Says:

    Mas Ariswidodo, mohon bantuan untuk mendapatkan makalah ini (idem dengan Ethica Wijayanti) …. Saya berterimakasih banyak jika berkenan tolong kirim ke email saya.

    serta referensi tentang cash forecasting.
    Thank U.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: