mahasiswa dan kenaikan harga BBM…

tulisan ini bermula ketika saya sedang menonton televisi di kos,disana tergambar sebuah demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa sebuah perguruan tinggi di makasar. dengan jelas tergambar bahwa mahasiswa menentang pemerintah yang berncana menaikkan harga BBM. namun,saya juga melihat pada akhirnya mahasiswa ini bentrok dengan para polisi…

saya lalu berpikir,kenapa mahasiswa sebagai kaum intelektual dalam negara ini malah bersikap seperti itu?  tidak sadarkah mereka bagaimana susah dan bagaimana berat masalah yang dihadapi pemerintah sehubungan dengan kenaikan harga minyak dunia ini???

saat ini, harga minyak mencapai USD 120 per barel. dengan harga setinggi itu,menyebabkan dana yang harus disediakan pemerintah untuk subsidi BBM semakin besar. negara kita, memang pengekspor minyak,namun saat ini jumlah ekspor dan impor sepadan, bahkan lebih besar impor…

Tingginya harga minyak dunia yang terus meroket hingga 120 dolar AS per barel, menurut Presiden telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap ekonomi nasional terutama akibat membengkaknya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Rp260 triliun pada APBN Perubahan 2008 dengan asumsi harga BBM 95 dolar AS per barel dari sebelumnya Rp45 triliun pada APBN 2008.

“Besarnya subsidi BBM memberikan persoalan pada APBN 2008 dan 2009. Untuk APBN kita bekerja keras mencari solusi mempertahankannya agar tetap sehat dan bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan. Kita akan melihat subsidi yang layak dengan melakukan penghematan belanja departemen dan jajaran pemerintahan lain,” katanya.” < antara.co.id , 1 mei 2008 >

mungkin,saya sebagai “mahasiswa pemerintah” yang dijejali bagaimana mengelola keuangan pemerintah sedikit lebih tahu mengenai pola pengelolaan keuangan negara. namun,bagi mahasiswa diluar sana, saya kira cukup kritis untuk lebih mengerti dan memahami sebenarnya apa yang terjadi. jangan hanya memandang suatu permasalahan dari satu sudut pandang saja.

jujur saja, saya tidak suka kalo mahasiswa hanya berdemo, menentang pemerintah dan melakukan berbagai macam keributan dengan aparat. apalagi demo itu diwarnai aksi perusakan,perkelahian dan segala macamnya..

sebagai kaum intelektual,bukan kah akan lebih baik jika kita memberikan suatu solusi bagi pemerintah atau memberikan suatu sumbangsih bagi negara ini semampu kita. jika anda mahasiwa tekink,buatlah mobil yang irit BBm, jika mahasiswa ekonomi,buatlah sebuah terobosan baru dalam pengelolaan keuangan negara,atau mahasiwa dengan keahlian masing-masing dengan sumbangsihnya bagi negara..

bukankah itu lebih baik daripada demo dan membuat kerusakan. jika kalian berdemo, berapa biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk membayar polisi ynag menjaga demo kalian,apalagi jika membuat kerusakan,bukankah semua itu hanya akan memperparah keadaan???

oke,mungkin kalian mengatasnamakan rakyat kecil,tapi kenapa harus dengan cara seperti itu???

kita lihat bagaimana pemerintah berancana dalam mengatasi eknaikan BBM itu..

“Dari Departemen Keuangan didapat informasi bahwa salah satu kajian pemerintah adalah menaikkan harga BBM bersubsidi rata-rata 28,7 persen pada Juni mendatang.

Kajian itu menyebutkan harga BBM jenis premium akan naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, solar naik dari Rp4.300 menjadi Rp5.500 per liter, dan minyak tanah naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.300 per liter.

Kenaikan sebesar itu, akan memberi ruang fiskal yang cukup longgar bagi APBN sebesar Rp21,491 triliun serta menambah penghematan anggaran menjadi Rp25,877 triliun.

Dari penghematan anggaran akibat kenaikan harga BBM itu, pemerintah berencana sebagian besar Rp11,5 triliun akan dialokasikan untuk pemberian program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 19,1 juta rumah tangga miskin (RTM) untuk periode Juni 2008-Mei 2009 sebesar Rp100.000 per masing-masing RTM.

Kenaikan harga itu, sudah memperhitungkan pertambahan laju inflasi pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi dijaga pada 6,4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen.

Rasio penduduk miskin 14,2 persen jauh lebih baik daripada kemungkinan 19,5 persen, jika pemerintah tidak melakukan apa-apa.

Dengan kenaikan tersebut, katanya, maka pendapatan negara dan hibah pada 2008 akan menjadi Rp936,3 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp1.022,6 triliun, sehingga terjadi defisit Rp86,3 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).” < antara news, 1 mei 2008>

dai sana, dapat kita lihat bagaimana pemerintah juga memikirkan rakyat kecil..

jika terdapat kesalahan sasaran dalam BLT yang pernah terjadi,saya rasa itu ulah oknum yangf memanfaatkan. sudah seharusnya kita mengawasi..

akhir kata,saya mengajak kepada para mahasiswa,kaum intelektual di negeri ini untuk bersama-sama mengatasi masalah negara ini. negara ini sudah susah, jangan kalian buat susah lagi. bantu pemerintah memikirkan bagimana mengelola negara ini

ARIS KECIL, 6 MEI 2006, 23:45

7 Responses to “mahasiswa dan kenaikan harga BBM…”

  1. aa' bym Says:

    pertamax dan pertamax plus dah naik.
    premium segera menyusul.
    tampaknya dah ga ada jalan lain dari pemerintahan SBY. kebijakan yang tidak populer terpaksa diambil karena dah ga kuat lagi nopang anggaran. padahal masih segar dalam ingatan kita kalo presiden pernah menyatakan TIDAK akan menaikkan harga BBM tahun ini.
    namun saya rasa hal itu sama aja. ditunda tahun depan pun BBM pasti naik. malah bisa2 nanti naiknya ga tanggung2 (diatas 50%). itu justru akan semakin membahayakan kestabilan harga.
    yah mungkin sekarang memang sudah waktunya kita lebih menghargai “si emas hitam”, sumber daya alam yg tak bisa diperbaharui ini. malu donk yang punya mobil mewah masih nyedot BBM bersubsidi!!!
    trus naikkan juga itu pajak mobil2 terutama mobil mewah dan mobil2 diatas 200cc.
    selain bisa menghemat BBM, mungkin dapat mengurangi sedikit kemacetan yang tambah kampret aja tiap harinya. alhasil dana dapat dialihkan untuk membuat sarana transportasi publik yg lebih baik, tepat waktu, aman dan nyaman. jangan dikorupsi duitnya!!!
    pada ga punya terimakasih nih sama pak dirman…

  2. walaupun saya juga mahasiswa, tapi saya juga ga setuju tuh dengan ulah teman-teman di makasar. ga elegan banget sih. kalau mau nyampein aspirasi, coba bisa ga buat tulisan sampai dimuat di koran????!!!! dan di baca oleh semua masyarakat indonesia, itu baru keren😉. demo boleh2 aja, asal sopan dan santun. OK!!! aku juga suka demo kok!!!🙂 tapi ga kayak temen2 di makasar.
    untuk masalah kenaikan BBM, saya sebagai mahasiswa yang serba kepepet, pasti kerasa banget tuh!!! tapi saya bisa memahami betapa berat mengurus pemerintahan ini. saya tau, dari kantung mata pak sby yang semakin tebal dan hitam, hehehe…….

  3. Ada nggak sih solusi lain selain menaikkan harga!
    Misale minta penghapusan utang gitu! Jadinya kan defisit APBN akibat pos pembayaran utang n bunganya berkurang!

  4. beraskencur Says:

    memang jadi serba salah…
    bbm disubsidi, nyatanya mereka tidak dapat menikmatinya
    bahkan kebanyakan yang menikmati adalah orang2 yang nota bene berkecukupan. buktinya, di spbu kebanyakan yang antri adalah mobil
    mewah, udah disiapin pertamax, eh malah ikut antri premium.
    mana ada rakyat miskin ikut antri beli bbm bersubsidi, lawong mobil aja nggak punya. jangankan mobil, rumah aja masih pake petromak.

    lah kalo subsidi dihapuskan yang pertama kali merasakan imbasnya ya mereka ini, harga kebutuhan pokok jadi selangit.

    ini yang menurut saya tidak logis, lawong harga bbm yang dinaikin kok harga kebutuhan pokok ikut naik?
    sebagai orang awam, hal seperti ini kok kayaknya keliru
    ( ini menurut saya lho)
    mohon penjelasan dari teman2 semua

    nah kalo mereka yang demo menolak kenaikan harga bbm, lalu mengatasnamakan rakyat kecil, saya nggak ikut2an ah…
    palagi kalo pake rusuh, ih nggak banget!!!
    bagimu negeri, jiwa raga kami…

  5. Naiknya harga BBM adalah sebuah kesalahan besar, sama salahnya dengan demo mahasiswa yang anarkhis. Aksi menentang kenaikan BBM seharusnya dilakukan dengan santun (sesuai UU) dan dengan memberikan solusi yang jelas. UNFORTUNATELY, sudah banyak orang di luaran memberi solusi alternatif masalah kenaikan harga minyak dunia tanpa menaikkan harga minyak dalam negeri, tetapi pemerintah LEBIH MEMILIH ALTERNATIF TERAKHIR, yaitu MENAIKKAN BBM.
    Jadi PNS di Depkeu adalah sebuah pilihan, tetap kritis demi rakyat adalah keharusan. Kita bekerja untuk melayani rakyat, bukan pemerintah!!!

  6. seperti buah simalakama, itulah kebijakan pemerintah saat ini,,,
    ada yang bilang kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bbm sudah tepat, namun dampak yang dirasakan culup besar. kalau menurut saya, kenaikan harga bbm bisa menurunkan tingkat kemiskinan_kepada anak cucu_karena dengan kenaikan harga bbm memprovokasi kenaikan harga pangan. Tugas pemerintah adalah melindungi rakyat dari kemiskinan dan kalau bisa meningkatkan kesejahteraan…
    namun apa yang dilihat sekarang, penghasilan yang di peroleh oleh para bapak tak cukup untuk sekedar makan ditambah lagi wabah krisis pangan yang melanda negara kita saat ini,,,

    saya harapkan,kebjakan pemerintah harus lebih pro rakyat….
    byar sama2 enak gtu…

  7. jahewangi Says:

    bener bgt mas…mahasiswa kok pada anarkis ya demonya?? tidak memberi solusi hanya menambah masalah.. dengan cara seperti itu justru tidak akan menarik simpati rakyat kan?
    klo ngliat perhitungan selisih beban subsidi BBM kok saya ga ngerti ya? dri 45T ke 260T?? padahal harga minyak dunia hanya naik dr 95 ke 120 dollar perbarrel kan?? data darimana mas? coba anda cermati artikel2 tentang kenaikan BBM, dan potensi minyak yg sebenarnya negara kita miliki… dengan menaikkan harga BBM dengan alasan harga minyak dunia naek/mengurangi beban APBN dll, pemerintah seperti membohongi rakyatnya sendiri….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: